Individu dan Peran Keluarga dalam Masyarakat

Individu berasal dari berasal dari bahasa latin, indivuduum yang artinya yang tak terbagi, dan merupakan kesatuan yang tak terbatas. BIsa disebut perseorangan.

Individu itu sendiri secara alamiah akan memiliki bentuk fisik , pemikiran , tingkah pola dan sikap yang hampir menyerupai kedua orang tuanya.

Setiap individu akan mengalami pertumbuhan. Mulai dari lahir yang disebut bayi. Usia 1-5 tahun disebut balita dan seterusnya masa anak-anak. Ada juga masa remaja, masa dewasa, dan terakhir masa tua.

Ada  tiga aliran konsep pertumbuhan yaitu:

  1. Aliran asosiasi: pertumbuhan merupakan suatu proses asosiasi yaitu terjadinya perubahan pada seseorang secara bertahap karena pengaruh baik dari pengalaman luar melalui panca indra yang menimbulkan senssation maupun pengalaman dalam mengenal batin sendiri yang menimbulkan reflexions.
  2. Aliran psikologi gestalt: pertumbuhan adalah proses diferensiasi yaitu proses perubahan secara perlahan-lahan pada manusia dalam mengenal sesuatu. Pertama mengenal secara keseluruhan, baru kemudian mengenal bagian demi bagiandari lingkungan yang ada.
  3. 3) Aliran sosiologi: pertumbuhan merupakan proses perubahan dari sifat mula-mula yang asosial dan social kemudian tahap demi tahap disosialisasikan.

Pertumbuhan tidak berlangsung begitu saja. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi pertumbuhan, diantaranya :

  • Pendirian navistik

Pertumbuhan individu ditentukan oleh factor yang dibawa sejak lahir.

  • Pendirian empiristik dan environmentalistik

Pertumbuhan individu tergantung pada lingkungan

  • Pendirian konvergensi dan interaksionisme

Pertumbuhan individu ditentukan oleh interaksi dasar (factor yang dibawa sejak lahir) dan lingkungannya.

Pada hakikatnya individu-individu akan mengalami proses sehingga menjadi keluarga.

Menurut Sigmund Freud, keluarga terbentuk karena adanya perkawinan pria dan wanita. Sedangkan menurut Durkhem, keluarga adalah lembaga social sebagai hasil factor-faktor politik, ekonomi, dan lingkungan.

Secara umum dapat dikatakan bahwa keluarga merupakan atau kelompok orang yang mempunyai hubungan darah dan perkawinan.

Bisa kita lihat keluarga di sekitar kita. Ada keluarga yang terdiri dari 2 anggota saja, 3 anggota, 4, 5 bahkan 11 anggota. Kluarga yang dianjurkan pemerintah adalah terdiri dari 4 anggota yaitu Ayah/Bapak, Mamah/Ibu, dan 2 anak. Jumlah anak tidak harus 2, bisa 1 tetapi tidak boleh dari 2. Hal ini unutk mendukung program KB yang diselenggarakan pemerintah.Dalam satu rumah kita bisa melihat apakah keluarga itu tunggal, atau kumpulan keluarga yang masih 1 keturunan.

Ada beberafa fungsi keluarga menurut para ahli, diantaranya

Munandar Soelaeman

1.Pengatur seksual

William J. Goode (1983) menyusun jenis-jenis penyimpangan social dalam pengaturan seksual menurut ketidak seimbangan dalam struktur sosial, yaitu:

  • Hidup bersama atas dasar suka sama suka (kumpul kebo)
  • Pergundikan
  • Hubungan seorang bangsawan dengan gundiknya (jaman praindustri masyarakat barat) atau Raja dengan Selir.
  • Melahirkan anak pada masa tunangan.
  • Perzinahan, sang lelaki sudah menikah ataupun sang wanita sudah menikah.
  • Kehidupan bersama seorang yang bertarak (celibate, pastoral, biarawan, menahan hawa nafsu) dengan orang lain yang juga hidup bertarak atau yang tidak bertarak.
  • Perzinahan, kedua-duanya telah menikah.
  • Kehidupan bersama wanita yang berkasta tinggi dengan lelaki berkasta rendah.
  • Incest (hubungan seksual dalamsatu keluarga), saudara lelaki dengan saudara perempuan, bapak dengan anak perempuan, ibu dengan anak lelaki..

2.Reproduk

3.Sosialisasi

4.Pemeliharaan

5.Penempatan anak didala mmasyarakat

6.Pemuas kebutuhan perorangan

7.Kontrol sosial

H. Abu Ahmadi

  1. Fungsi Biologis
  2. Fungsi Pemeliharaan
  3. FungsiEkonomi
  4. Fungsi Keagamaan
  5. Fungsi Sosial

Menurut Soewaryo Wangsanegara

  1. Pembentukan kepribadian
  2. Alat reproduksi
  3. Merupakan eksponer dari kebudayaan masyarakat
  4. Lembaga perkumpulan perekonomian
  5. Pusat pengasuhan dan pendidikan

Lalu apakah kaitan individu, keluarga dengan masyarakat??

Individu akan belajar dari lingkungan terdekat. Mereka akan mencontoh sesuatu dari lingkungannya. Lalu apa lingkungan terdekat dari seorang individu ketika dilahirkan dan melewati beberapa masa? KELUARGA adalah jawabannya. Di dalam keluarga individu akan menerima aturan da nasehat. Sehingga individu mempunyai pola tingkah laku.

Individu  akan menjadi baik jika keluarga dan lingkungan sekitarnya memberikan pengaruh yang baik kepada dia. Individu akan bertingkah buruk jika lingkungannya buruk juga. Bagaimana individu dikatan baik? Individu dikatan baik jika bisa dia bisa diterima di masyarakat. Masyarakat yang terdiri dari keluarga-keluarga yang baik akan menjadi masyarakat yang rukun, harmonis, saling bergotong royong, dll.

Kenyamanan tinggal dan di lingkungan tersebut pun terjamin. Suasana aman dan tentram. Maka dari itu, marilah keluarga-keluarga yang ada di Indonesia bersatu membangun generasi muda yang handal dengan pendidikan keluarga yang baik.

Posted on November 20, 2011, in Tugas Kuliah. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: